Kamis, 21 April 2016

Counterpain

Hari ini, entah berapa banyak isak tangis yang coba diredam.
Entah mengapa, rasanya sangat sakit.
Terasa seperti sembilu yang mengiris nadi.
Terasa seperti luka lama yang kembali tergores.
Kesibukan yang dibuat sejak pagi hingga siang menjelang, sedikitnya dapat menepis rasa sakit yang tengah melanda.
"Kesibukan akan membuatmu lupa akan rasa sakit. Teruslah berada dalam kesibukan, hingga sakitmu hilang dengan sendirinya."
Meredam tangis, mengguratkan senyum dan tawa diwajah, terasa mudah pada awalnya.
Namun, ketika berada dalam kesunyian, semua terasa kembali, seolah menusuk lebih tajam dan...yakinlah, Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.
Bersabarlah, sesungguhnya Allah menyertai hamba-Nya yang sabar.

Kamis, 17 Maret 2016

23 tahun

Assalamualaikum :)
Hai! Hari ini saya berulang tahun yang ke-23.
Hari ulang tahun terkadang memiliki makna yang mendalam tiap tahunnya. Entah saya terlalu berlebihan memaknainya, atau memang itu sebenarnya wajar dirasakan oleh semua orang. Mencoba mengingat kembali tentang apa yang telah dilakukan setahun lalu, dua tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya. Melihat target dan capaian yang telah saya lakukan di tahun lalu dan kemudian merencanakan target di tahun selanjutnya.
Kemudian saya berpikir kembali, meneruskan pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh guru saya.
1. Siapa saya? 
2. Untuk apa saya disini?
3. Mau kemana?

Dalam hati saya terjemahkan, menjadi:
"Kamu kira kamu siapa, Ris?
Emang kamu di dunia mau ngapain?
Terus kalo udah meninggal nanti kamu mau kemana?"

Pertanyaan yang klasik memang. Tapi itu merupakan pertanyaan yang esensi. Terutama saat kita berada dalam keraguan. -Coba ris, dibuka lagi qurannya, jawabannya ada disitu semua. Tinggal kamunya, ris, mau jalanin itu apa engga- Terkadang dalam pencarian jati diri, kita lupa bahwa kita ini adalah 'makhluk' yang berarti sesuatu yang diciptakan oleh 'khalik', pencipta dan posisinya adalah sebagai hamba. Ya, layaknya hamba yang senantiasa patuh pada tuannya, Allah-lah bos besar kita. -Kalo Allah udah bilang A, ya A, ris, ga perlu tawar menawar, karena Allah Maha Mengetahui yang terbaik buat hambanya. Kalo kamu masih ngeluh dan masih ragu sama apa yang udah Allah takdirkan berarti ada sesuatu yang lagi ga bener dalam diri kamu. Karena fitrahnya, manusia akan selalu sesuai dengan sunnatullah, hukum Allah-. Jadi, poinnya........ *silakan isi sendiri setelah bersungguh-sungguh mencari tahu dan berpikir*

Semua yang Allah ciptakan gada yang sia-sia, kan? Semuanya pasti punya tujuan masing-masing, kan. Pertanyaan ini sebenarnya bisa langsung dijawab dengan hafalan ayat waktu SMA, surat Adz-dzariyat: 56. Tujuannya untuk ibadah. Nah iya, ibadah yang seperti apa? Tentunya ibadah kepada Allah, Yang telah menciptakan kita. Ibadah bisa diartikan sebagai bentuk kepatuhan, ketaatan, dan rasa syukur kita. Kamu beribadah itu ya untuk menjalankan perintahnya, ya untuk bersyukur juga atas apa-apa saja yang telah kamu dapatkan di dunia ini. Allah tidak pernah tidur dan senantiasa berada dalam kesibukan mengurus makhuk-makhluknya. Kalo Allah aja sibuk ngurusin kita, ko waktu kita ga disibukin buat nginget Allah sih? Dengan tahu tujuan kita di duni ini, kita akan tersadar akan amanat yang ada dipundak kita. Amanat untuk memenangkan dien Allah di atas dien lainnya, walaupun orang musyrik tidak menyukai. Kita punya amanat besar itu, fren! Bukan hanya dipundak Muhammad, sang utusan, tapi berlangsung hingga kini, estafeta risalah tidak akan berhenti. Akan selalu ada orang-orang hanif yang senantiasa berpegang pada jalan-Nya. Berpegang pada apa yang telah menjadi path dari rasul-Nya. Ga bikin path sendiri! Kalo rasul pernah terasing, tersudutkan, dicemooh, dihina, bahkan sampai akan dibunuh untuk menegakkan dien Allah ini, bagaimana dengan kita? Kalo kita masih ngerasa nyaman-nyaman aja, merasa ga ada yang perlu diperjuangkan, sayang banget brur! Lihat dunia dan realitanya dari sudut lain, kalo dirasa sudut pandang kamu menyatakan semua aman terkendali. Gak gitu. Serius ga gitu sebenernya. Kalo semua baik-baik aja, berarti udah ga perlu lagi ada perjuangan? Padahal perjuangan itu sunnahnya akan selalu ada. *pola hijrah* Buat apa? Buat tahu siapa yang sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya, di jalan selain-Nya (termasuk yang masih ngerasa ga jelas lagi jalan dimana). Ingat, Allah telah menunjukkan 2 jalan. Jalan yang lurus (shirathal mustaqim) dan jalan yang bengkok (maghdub, dholin), tinggal kita mau milih yang mana biar sesuai sama tujuan kita diciptakan. 

Yang terakhir, soal mau kemana. Emang risma mau kemana? Kapan? Iya nanti setelah meninggal. Kalo pertanyaan orang quraisy ke rasul waktu itu yang dicatet di quran : apakah setelah kami menjadi tulang belulang dan menyatu dengan tanah, kami akan dibangkitkan kembali?. Jawaban yang harus rasul sampaikan adalah: YA! Sesungguhnya engkau akan dibangkitkan kembali jasad dengan ruh mu, dan di sanalah kehidupan yang kekal. Di ayat lain disebutkan kalo sehari di sisi Tuhanmu adalah 1000 (seribu) tahun menurut perhitunganmu. Kebayang ga gimana kekalnya? Makannya untuk sampe kesana harus punya bekel! Karena cuma di dunia kita bisa beramal, kalo udah di akhirat itu saatnya kita memetik hasil kerja kita di dunia. Jadi kematian itu garis finish menuju kehidupan kekal yang merupakan hasil dari perbuatan kita di dunia. Sempit lho hidup di dunia, cuma bentar. Jadi kalo mau hijrah, ya mulai saat ini, karena kita gakan pernah tahu kan garis finishnya masih jauh apa udah deket.

Wallahu'alam
Hanya refleksi diri yang sewaktu-waktu akan kembali dibaca sebagai pengingat :)
Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali yang beramal saleh, SALING MENASIHATI DALAM KEBENARAN DAN DALAM KESABARAN!



Senin, 28 September 2015

SEP Turki Part 1

Koper, tas, jahim HMF, dan surat undangan SEP Turki
Bandung-Jakarta, 28 Juni dengan ditemani ayah dan ibu, ketika itu adalah shaum Ramadhan hari ke-1, perjalanan dari Bandung menuju Jakarta.

Jakarta, 28 Juni 2014 malam, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, untuk keberangkatan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dengan menggunakan Air Asia, bersama Putri dan Wiji. Tidak ada direct flight untuk keberangkatan dari Jakarta menuju Turki, sehingga kami harus singgah sebentar di Malaysia dengan menggunakan pesawat berbeda.

Tiba di Bandara KLIA 2 Kuala Lumpur, Malaysia pukul 00.00 waktu setempat
Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Juni pukul 00.00 waktu setempat, tiba di KLIA 2. Disana kami dijemput oleh Ranti dan saudaranya, yang sudah terlebih dahulu berada disana, menuju apartemen saudaranya di daerah Nilai, untuk beristirahat sejenak. Kami sempat sahur bersama dengan kawan-kawan dari saudaranya Ranti sebelum kemudian melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Tiket Pesawat KL-Doha





Kuala Lumpur-Doha, 29 Juni pukul 08.45 pesawat Qatar Airways yang kami tumpangi lepas landas meninggalkan negeri Melayu menuju tempat transit pertama, yaitu Doha, Qatar. Di dalam pesawat kami, kecuali Ranti yang tengah berhalangan telah berniat untuk berpuasa. Namun, godaan untuk berbuka muncul setelah perjalanan beberapa jam di udara. Pemandangan yang indah dari balik jendela pesawat awalnya mampu mengalihkan fokus kami dari bau sedap makanan pesawat yang dihidangkan oleh pramugari. Akhirnya kami bertiga goyah dan memanfaatkan rukhsah (keringanan) sebagai orang yang tengah berada dalam perjalanan untuk membatalkan shaum kami hari itu. Meskipun terik matahari menyilaukan, namun udara di dalam kabin pesawat terasa sangat dingin, sehingga membuat rasa lapar semakin menjadi-jadi hahaha. Makanan di dalam pesawat sangat menggugah selera. Disajikan dengan hangat dan dapat meminta minuman sepuasnya. InsyaAllah kami akan puasa qadha segera setelah tiba di Indonesia hehehe Beberapa pemandangan dari atas pesawat yang sempat saya abadikan.

sandwich isi ayam yang super enak

Nasi yang lebih lonjong daripada nasi biasa, rasanya enak dan menunya komplit, refill minuman sepuasnya
menu makanan di pesawat :
menu roti dengan kentang dan ikan hangat 
Doha from the air
Boneka besar di bandara Doha

Langit Doha yang cerah
Doha-Istanbul, 29 Juli, tengah hari, nampaknya matahari di Doha tengah terik-teriknya. Namun pemandangan dari atas pesawat menjadi lebih jelas dan indah. Di dalam Bandara, ada boneka besar yang menjadi pusat perhatian dari Bandara ini. Berikut gambar bonekanya yang sangat besar. Kami transit sebentar di Doha, kemudian melanjukan perjalan menuju Istanbul. Kami tiba di Bandara Ataturk, yang merupakan bandara utama di Istanbul. Nama tersebut diambil dari nama presiden Turki. Setibanya di Istanbul, kami dijemput oleh teman dari PPI Turki.
Dari kiri : Ranti, Risma, Putri, dan Wiji tiba di Istanbul
Sebelumnya, saat kami masih di Indonesia, kami sudah bergabung melalui akun jejarin sosial PPI Turki dan berkenalan dengan beberapa diantaranya, sehingga kami mendapat banyak bantuan selama di Turki. Kami sempat mampir ke salah satu kedai kebab sambil menunggu jadwal keberangkatan travel kami menuju Ankara, kota tujuan kami. Kami berfoto bersama pelayan kedai tersebut yang tampak ramah dan antusias menyambut kami.... to be continued
Donner, artinya berputar. Makanan berbahan utama daging yang cara memasaknya diputar di panggangan.

Penjual kebab yang ramah menyapa kami

Salad sayur sebagai teman makan kebab kami

Kebab Et (daging sapi) dengan rotinya. Rasanya agak berbeda, agak asam.

Berfoto bersama pelayan yang ramah dan teman-teman PPI Turkiyang menjempur di Istanbul



Student Exchange Program 2014

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum :)
Apa kabar? Sudah lebih dari setahun ya tidak menulis disini. Mohon maaaf sekaliii yaaa. Hehehe. Untuk pos hari ini, saya akan mencoba “membayar hutang” cerita dan pengalaman saya selama mengikuti pertukaran pelajar di Turki. Mohon maaf juga telah menunda menulisnya sudah lebih dari satu tahu hehehe :D

Kok bisa ikutan pertukaran pelajar? Nah iya, pertukaran pelajar ini dilaksanakan setiap tahun oleh IPSF (International Pharmaceutical Students Federation), yaitu himpunan mahasiswa farmasi internasional yang mewadahi kegiatan mahasiswa farmasi se dunia, salah satu programnya adalah pertukaran pelajar. Sebenarnya saya hanya coba-coba saja mengikuti program ini. Mulai dari daftar awal hingga akhirnya ditempatkan di University of Ankara, Turki. Proses pendaftaran hingga kepulangan sangat dibantu oleh SEO (student exchange officer) HMF (Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB) dan SEO Ankara, dan teman-teman dari PPI Turki.

Visa Turki 25 Juni-25 Agustus 2014
Mengapa Turki? Awalnya saya diberi kesempatan untuk memilih 3 negara tujuan, yaitu Jerman, Turki, dan Korea. Sampai pada akhirnya, di bulan Februari kalau tidak salah, SEO Turki menjadi negara pertama yang memberi respon terkait pendafataran tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Turki sebagai negara tujuan, setelah melalui berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah karena ada 3 orang adik kelas SMA yang saya kenal tengah menuntut ilmu di Turki. Mereka sangat senang mendengar kabar keberangkatan saya ke Turki. Saya merasa tidak sendiri dan semakin yakin memilih Turki sebagai negara tujuan.

Acaranya berlangsung dari tanggal 1 hingga 20 Juli, di University of Ankara, kota Ankara, Turki. Keberangkatan dari Indonesia tanggal 28 Juni 2014 dan kepulangan 31 Juli 2014.

Nah mungkin pembukanya cukup sekian ya, berikut gambar dan captionnya J Selamat menikmati :)
Bandara Soekarno-Hatta, 28 Juni 2014
Guven Park, Ankara, 29 Juni 2014


Senin, 23 Juni 2014

Minggu Depan

Entah karena ini sudah menjadi kebiasaan atau apa, (lagi) menulis blog di saat insan lain di rumah ini tengah tidur terlelap.
Perasaan yang tengah berkecamuk di hati dan pikiran ini adalah tentang minggu depan.
Ya, minggu depan saya hendak berangkat menuju suatu negara yang berada diantara dua benua, yaitu benua dimana saya dilahirkan dan benua biru dimana sama sekali belum pernah saya pijaki. Tempat dimana satu kaki saya berada di benua Asia dan satu lainnya di benua Eropa.
Perasaan gugup ini, sekaligus perasaan haru karena harus terpisah dengan keluarga selama satu bulan dan bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Teringat Ramadhan saja sudah ingin menangis, rindu rasanya dan senang rasanya dapat dipertemukan dengan bulan mulia ini. Dimana misi utama di bulan ini adalah memperoleh rahmat, maghfirah, dan dijauhkan dari api neraka.
Teringat saja sudah ingin menangis, apalagi teringat Ramadhan ini tidak akan berada di tengah-tengah keluarga terinta, begitu pula Idul Fitri.
Rencana Student Exchange ini tercetus begitu saja pada bulan Desember ketika tengah merancang resolusi di tahun 2014.
Niat untuk pergi sempat naik turun, tapi kini, insyaAllah sudah dimantapkan untuk pergi, tentunya dengan memahami betul akan setiap risiko yang akan dihadapi.
Saya ingin menjadikan perjalanan ini sebagai suatu titik awal untuk merasakan 'luasnya Bumi Allah'.
Melihat, mendengar dan merasakan sendiri bagaimana keadaan manusia di belahan Bumi lainnya.
Perjalan pertama saya yang akan menjadi pengalaman tak terlupa saat menjadi seorang mahasiswa S1.
Pengalaman yang akan dikenang dan dijadikan cerita kelak untuk anak cucu saya.
Orang tua saya adalah pendukung utama saya dalam kegiatan ini, mereka percaya betul bahwa putrinya akan senantiasa menjaga diri dengan baik dan memberikan kesempatan kepada putrinya ini untuk berinteraksi dan memahami esensi hidup ini.
InsyaAllah perjalan ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan dan memiliki hikmah dari tiap detik yang dijalani.
Saatnya packing dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk kesana.
Semoga dapat memberikan atmosfer terbaik untuk Ramadhan ini, insyaAllah :)

Jadwal keberangkatan : 28 Juni 2014
Jadwal kepulangan : 30 Juli 2014


Bandung, 23 Juni 2014
Lima hari sebelum keberangkatan, bismillah :)

Akhir kata, saya ingin meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah saya buat, baik disengaja maupun tidak, baik yang saya sadari maupun tidak disadari. Marhaban ya Ramadhan. InsyaAllah, dimanapun saya berada nantinya, semoga Ramadhan dapat dijadikan momen untuk semakin dekat dengan-Mu, Ya Allah :)

Kamis, 01 Mei 2014

I Know How It Feels

Tulisan pertama di tahun 2014.
Bandung, 1 Mei 2014, dimulai dini hari sekali.
Saat manusia lainnya mungkin tengah berada di alam mimpinya.

..
Ini bukan yang pertama, ya, bukan yang pertama.
Namun, kayakinanku belum jua sampai pada kepastian bahwa ini akan menjadi yang terakhir.
Lagi lagi tentang sesuatu yang bernama 'hati'.
Hal yang teramat sensitif dan kerap menjadi topik utama pada sebagian besar tulisan di blog ini.
Wanita dan hatinya, dua hal yang sama-sama sensitif dan terkadang sulit diterka kemana maunya.
Sempat tersentak dengan ungkapan 'too many feels', yang menyudutkanku akibat saking mudahnya mengagumi maha karya Tuhan Yang Maha Sempurna.

Entah karena aku yang tidak dapat menjaga 'hati' dengan lebih baik atau memang karena 'hati'-ku ini sudah benar-benar 'liar'.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-Rum:21)




Rabu, 14 Agustus 2013

Sahabat

Sahabat atau kata lainnya teman dalam bahasa Indonesia, réréncangan dalam bahasa Sunda, friend dalam bahasa Inggris, 친구 (baca: chin gu) dalam bahasa Korea, صديق (baca: shodiiq) dalam bahasa Arab *terima kasih google translate*, Freund (baca: froind) dalam bahasa Jerman, dan banyak lagi kata lainnya yang bisa anda lihat di google translate. Hehehehe :D

Sahabat merupakan suatu kata yang menggambarkan kebersamaan kita sejak 14 tahun lalu. Ya, saya, Santi dan Yulita telah berteman sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya hanya sempat belajar bersama dengan mereka selama 6 tahun, sedangkan mereka berdua, tentunya dengan takdir-Nya, dipersatukan hingga 12 tahun untuk dapat belajar di satu almamater yang sama. Namun, hal tersebut tak membuat persahabatan kita berakhir, we're still connected each other

Dari kiri : Ita, Santi, dan Risma
Foto di atas diambil saat kami berbuka puasa bersama di salah satu restoran di bilangan Sarijadi, Myeong Ga, Senin, 5 Agustus 2013 setelah sebelumnya kami menonton film The Conjuring di Blitz Megaplex PVJ.


"Kita beteman bukan hanya untuk kemarin dan sekarang. Tapi pertemanan ini akan tetap terjalin hingga esok, esoknya lagi dan esoknya lagi. Mungkin sampai kita memiliki suami, anak, cucu, dan akhirnya kembali kepada Dzat pemilik diri ini. Meskipun akan banyak teman yang mewarnai hidup kita di kemudian hari, teman yang datang saat kita berada di SMP, SMA, Perguruan Tinggi, dunia kerja, teman hidup, dan banyak lagi teman lainnya, kita akan tetap menjadi sahabat yang takan lekang termakan waktu. Kelak, kamu, aku dan kita tentunya, akan menjadi kenangan yang akan diceritakan kepada manusia yang datang kemudian :)"

Sabtu, 20 Juli 2013

Ranting yang Ringkih

Bismillahirrahmanirrahiim..
Malam kini berganti pagi, tanpa sedikit pun terasa perubahan suhu di balik kamar tidurku ini. Entahlah, mungkin rasa nyaman ini yang mengalahkan rasa kantuk dan hawa dingin yang menusuk jika aku berada di luar sana. Pagi ini, sebelum sahur, sebelum insan lain di rumah ini membuka kedua matanya, aku ingin menulis. Ya, hanya mampu mengutarakannya lewat tulisan, karena mungkin hanya untaian huruf, kata, dan kalimat inilah yang dirasa lebih mampu melakukannya.

Sebuah pilihan akan mendapatkan dua respon, yaitu dukungan dan cacian. Respon pertama yang berupa dukungan tak ubahnya pisau bermata dua. Di satu sisi, mampu memberikan tambahan motivasi bagi sang pemilih, namun tak pelak seolah bisikan setan yang menambah amunisi kesombongan bathiniyahnya. Sebaliknya, cacian terkadang menyurutkan semangat bagi sang pemilih, bahkan hingga membuatnya mengurungkan niatnya itu. Namun, dibalik cacian itu seolah pematik yang memicu api untuk tak pernah padam. Dengan cacian, kita diajak untuk berpikir ulang dengan apa yang telah kita pilih. Memikirkannya dengan lebih mendalam, hingga sampai pada suatu kesimpulan yang lebih teguh : tetap dalam keputusan itu atau menemukan pilihan lain.

Hari ini, 20 Juli 2013, menggenapi jatah usiaku yang ke-20 tahun 4 bulan 3 hari. Bisa dibayangkan, betapa banyak pilihan dalam hidup ini yang meminta untuk dipilih dan dijadikan prioritas diantara yang lainnya. Jika aku bisa kembali ke masa lalu, menyusuri rentetan waktu yang telah berlalu, mengubah setiap pilihan yang telah kuambil, aku tak bisa membayangkan akan menjadi seperti apa diriku ini. Jika aku tidak kuliah disini, jika aku tidak bersekolah di SMA itu, jika aku tidak melanjutkan SMP di tempat itu, jika aku tidak memilih sekolah di SD itu, jika aku tidak memulai pendidikan formal di TK itu, jika aku tidak ikut ajakan pamanku untuk mengaji di tempat itu, jika aku tidak dilahirkan di tahun itu, jika aku tidak dikandung oleh wanita mulia itu, jika aku tidak memiliki ayah seperti pria bijaksana itu, dan jika aku tidak dikehendaki-Nya untuk Dia ciptakan dan lahirkan di dunia ini. Jika... Ah sudahlah!

Semua ini terjadi atas kehendak-Nya. Tiada yang bisa menentang apa yang telah digariskan-Nya bagiku. Aku hanyalah hamba-Nya yang percaya akan hari pertemuan dengan-Nya. Aku yang percaya bahwa Dia ada, meskipun aku tak dapat melihat-Nya. Tapi, biarlah hati ini yang merasakan keberadaan-Nya. Kuakui lemahnya ikatan pada-Nya, namun Dia tak pernah meninggalkanku. Karena, sesedikit apapun niatku untuk mencoba mendekati-Nya, maka semakin besar jarak-Nya menyentuh jiwaku. Meskipun sering kulalai mengingat-Nya, mengulang lagi dosa kepada-Nya, ragu akan takdir-Nya, tapi dengan kasih dan sayang-Nya yang melebihi bumi, langit, dan seisinya, kudapati Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga, semakin kupercaya akan firman-Nya.

Demi Dzat yang tidak pernah tidur, teguhkanlah ranting yang ringkih ini.







Best regards,
Rismawati Laila Qodariah
20 Juli 2013 02.45 WIB


Jumat, 12 Juli 2013

Belum

Capture dari tumblr temen yang secara gak langsung bikin kagum sekaligus bangga. -Unspoken Words-

Jumat, 28 Juni 2013

Melarunglah


Hahaha itu post blog setahun lalu. Kenapa ya malem ini random post itu lagi?
Mungkin ini malem, untuk yang ke tiga kalinya gambar itu di pos. HAHAHA
Selamat melarung menuju tujuan dari semua tujuan.
Kusimpan tanya yang tak perlu kau jawab.
Selamat menjalani suasana dan hidup yang lebih baru :)

Cukup sampai ke tiga aja yaa. Selanjutnya mungkin bisa lebih worth it lagi postingannya :)